TENTU masih terasa betapa pedihnya hati kita ketika tsunami melanda Aceh dan Nias akhir 2004 lalu. Jumlah korban jiwa yang sangat banyak serta kerusakan besar akibat bencana itu jelas tidak bisa diatasi hanya de-ngan tangisan. Rasa simpati dan empati saja tidak cukup untuk mengurangi penderitaan para korban. Perlu ada tindakan nyata untuk membantu para korban, terutama yang selamat dalam peristiwa memilukan itu.
PT. Adira Dinamika Multi Finance membuktikan kepeduliannya. Pada 19 Oktober 2006, atas prakarsa manajemen, seluruh karyawan me-ngumpulkan bantuan sebesar Rp 700 juta untuk menolong masyara-kat yang sakit dan kurang mampu. Inilah yang menjadi cikal bakal berdirinya Increso. Wujud nyata dari kepedulian tersebut adalah berdirinya rumah sakit di Aceh dan pengobatan di Nias.
Increso, sebagai gerakan komu-nitas karyawan PT Adira, bertujuan menolong masyarakat yang sakit namun kurang mampu dalam hal ekonomi. Untuk ini beberapa lang-kah awal dilakukan oleh Increso, antara lain, membantu biaya peng-obatan, mengadakan bakti sosial pengobatan gratis, memberikan penyuluhan kesehatan, serta menjalin kerjasama dengan institusi kesehatan yaitu, dokter spesialis, rumah sakit, apotek, yayasan dan para relawan dari kalangan kedok-teran. Langkah ini ditempuh demi memperlancar segala kegiatan sosial yang ditujukan kepada masyarakat luas.
Erida Djuhadi, chief operating officer (CEO) PT. Adira, yang juga salah seorang sebagai salah satu pembina Increso, menjelaskan, Increso adalah nama yang paling tepat. Dengan nama ini, Increso terlepas dari sebutan Adira. Dan dengan nama ini diharapkan karyawan dapat lebih merasa memiliki Increso secara langsung. Karena memang yang diharapkan adalah Increso lebih dimiliki oleh karyawan daripada perusahaan. Oleh karena itu dana operasional dan dana bantuan dari Increso pun diusahakan diperoleh lebih banyak dari luar, bukan dari perusahaan. baca selanjutnya dalam REFORMATA edisi 108