Search
Translator
Laporan Utama
Selebaran-KristenisasiPicu-Penutupan-Rumah-Ibadah.jpg
Gara-gara selebaran “Kristenisasi”, GKBJ Pos Sepatan akhirnya ditutup. Masyarakat masih rentan ...
Login
User ID :
Kata Sandi :
Laporan Khusus
Menanti-Mayat-Hidup-Kembali.jpg
Reformata.com - Berharap mayat Eni bangkit lagi pada hari kelima, malah mayatnya terus membusuk. Apa alasan ...
YM Support
Redaksi Reformata
lidya

Kawula Muda

13 May 2009

Helm Tengkorak, Ala “Ghost Raider”

Kawula-Muda107.jpg
RAUNGAN suara knalpot dari puluhan sepeda motor yang sedang dipacu dengan kecepatan sangat tinggi itu menarik perhatian semua orang yang ada di pinggir jalan raya itu. Berbagai sepeda motor aneka merek, dari yang terkesan unik hingga yang harganya paling ma-hal, melesat bagai anak panah. Pengemudinya, yang rata-rata berusia muda, tampak percaya diri duduk di sadel motor masing-masing. Semakin unik dan mahal kendaraan yang ditunggangi, semakin naik pula gengsi sang pengendaranya di mata orang-orang. Dan helm yang mereka pakai pun tak kalah uniknya. Semuanya bagai aksesoris yang semakin melengkapi gaya mereka. Tapi itulah anak muda, yang ingin selalu tampil nyentrik, unik, aneh. Semakin aneh, mungkin semakin bangga dia.
Helm tengkorak adalah salah satu aksesoris yang digandrungi anak muda yang  hobi memacu sepeda motornya. Helm jenis ini, selain terlihat nyentrik dan seram, pun memberi kepuasan bagi raiders (para pengendara) saat ber-aksi di jalanan. Suasana akan semakin “seram” jika malam hari. Cahaya lampu-lampu bagai sedang menyoroti tengkorak-tengkorak yang sedang berseliweran di jalanan. Aksi anak-anak muda itu memang menarik perhatian, dan merupakan hiburan.
Helm tengkorak ini ternyata merupakan hasil imajinasi Decky Roverdy, pemilik Rhino Art Helmet. Ide untuk membuat helm tengko-rak ini lahir setelah dirinya menon-ton film “Ghost Rider”. Dalam film ini, sang bintang, Nicholas Cage, memang mengenakan helm teng-korak. Imajinasi yang dituangkan Decky ini ternyata menjadi sebuah karya yang digemari banyak anak muda. Banyak anak muda yang ingin berlagak bagai riders meme-san helm tengkorak karya Decky itu.  “Saya memang ingin membuat helm yang berbeda dari helm pada umumnya,” ucap Decky tentang helm temuannya itu.
Jika helm dipakai pengendara motor untuk melindungi kepalanya dari kemungkinan benturan jika sedang berkendara, maka anak-anak muda memakainya hanya untuk bergaya. Sambil menikmati petualangan berkendara, anak-anak muda itu pun berekreasi sekaligus beraksi. Ekspresi anak muda saat menggunakan helm itu sambil melaju, sungguh menarik dan lucu. Tapi semua menjadi positif jika digunakan pada tempat dan waktu yang tepat.  
Gaya “Ghost Raider”, menyita perhatian banyak orang. Marketing Rhino Art Helmet, Erwin, me-ngatakan: “Peminat helm ‘horor’ itu cukup banyak. Selain unik, tapi juga menakutkan”.   
Helm tengkorak terdiri dari tiga model, yaitu full face (menutup seluruh kepala), half face (menu-tup separuh kepala), dan helm catok. Harganya bervariasi, dari Rp 300 ribu hingga Rp 400 ribu per unit. Helm tengkorak ini asli made in Jakarta, tapi pemasarannya su-dah merambah hingga ke Pulau Dewata, Bali. Bahan helm terse-but, cerita Erwin, terbuat dari cam-puran resin, katalis, dan met (serat fiber).
Anak muda bergaya dengan helm tengkorak, gaya Ghost Rai-der, mampu menampilkan keuni-kan, namun juga kesan seram di jalanan. Jika tujuannya sekadar bersenang-senang dan untuk kepuasaan diri, tentu saja tidak masalah. Asalkan itu tidak mem-buat penggunanya melewati batas-batas etika dan sosial.  
Biarkan anak muda bergairah, berekspresi, bergembira, yang syukur-syukur kegembiraan ini bisa menular pada orang lain. Ber-ekpresi adalah wujud kebebasan, namun sebaiknya harus dibarengi kepekaan dan kepedulian pada orang lain.
 Jika jalanan menjadi ramai dengan “tengkorak-tengkorak berjalan” pada siang hari, mungkin orang-orang akan tertawa geli, sambil mengomentari keanehan raidernya dengan jenaka. Tapi jika di malam hari yang sepi “tengkorak-tengkorak” itu berlalu-lalang di jalanan, pasti menimbulkan rasa kaget atau ketakutan bagi peng-guna jalan lain yang baru pertama melihatnya.
Akhirnya, selamat berekspresi namun jangan lupa untuk tetap peduli pada orang lain. Lidya
    


Others