REFORMATA -DI BELAKANG meja kerjanya, bergantungan puluhan bingkai foto dan gambar. Ada foto keluarga, ada juga fotonya bersama pejabat. Tapi yang paling banyak adalah bingkai-bingkai lukisan anak-anaknya, disertai kata-kata tema lukisan. “Itu lukisan anak-anak saya, baik di sekolah maupun di sekolah minggu,” kata Haposan Hutagalung, SH. Menurut penuturan Ketua DPD (Dewan Pimpinan Daerah) IPHI (Ikatan Penasihat Hukum Indonesia) DKI Jakarta ini, lukisan-lukisan itu diambilnya dari ceceran kertas yang dibuang anak-anaknya setelah mengerjakan PR yang diberikan. “Lukisan dan kata-kata anak saya selalu memberikan pesan kejujuran, kepolosan dan tak manipulatif. Itulah yang menjadi peringatan, kekuatan sekaligus kesempatan untuk menikmati buah kejujuran,” suami dari Liana Krista br. Lumban Radja ini mengungkapkan latar
DI BELAKANG meja kerjanya, bergantungan puluhan bingkai foto dan gambar. Ada foto keluarga, ada juga fotonya bersama pejabat. Tapi yang paling banyak adalah bingkai-bingkai lukisan anak-anaknya, disertai kata-kata tema lukisan. “Itu lukisan anak-anak saya, baik di sekolah maupun di sekolah minggu,” kata Haposan Hutagalung, SH. Menurut penuturan Ketua DPD (Dewan Pimpinan Daerah) IPHI (Ikatan Penasihat Hukum Indonesia) DKI Jakarta ini, lukisan-lukisan itu diambilnya dari ceceran kertas yang dibuang anak-anaknya setelah mengerjakan PR yang diberikan. “Lukisan dan kata-kata anak saya selalu memberikan pesan kejujuran, kepolosan dan tak manipulatif. Itulah yang menjadi peringatan, kekuatan sekaligus kesempatan untuk menikmati buah kejujuran,” suami dari Liana Krista br. Lumban Radja ini mengungkapkan latar belakang penempatan foto-foto itu.
Kejujuran dan kerja keras menjadi nilai dan motor utama dia menjalani hidup dan kariernya sebagai penasihat hukum.selengkapnya dapat anda baca dalam REFORMATA edisi 106