Registrasi! | Sudah punya akun?
 
 

Dari Redaksi

Partaiku Sayang, Partaiku Malang

Posted : 04 Mei 2009
34catur.jpg
REFORMATA --SAUDARA terkasih, pemilu akhirnya selesai juga, meskipun hasilnya tentu tidak akan memuaskan semua pihak. Pagi-pagi, sejumlah parpol yang perolehan suaranya kurang bagus, malah langsung kasak-kusuk menuduh pemilu sarat pelangga-ran dan kecurangan. Tapi begitulah hidup, realita selalu tidak bisa dite-rima semua pihak dengan suasana hati yang seragam. Berdasarkan penghitungan cepat (quick count), partainya pemerintah me-mimpin perolehan suara, bahkan jauh lebih tinggi dari parpol-parpol besar yang di masa-masa silam selalu memenangi pemilu. Tetapi bagaimana nasib partai yang mengusung bendera kekris-tenan? Sebagaimana kita ketahui, dalam pesta demokrasi kali ini ada dua partai bercorak kekristenan yang tampil: Partai Damai Sejah-tera (PDS), dan Partai Kasih Demo-krasi Indonesia (PKDI). Berdasarkan data yang kami peroleh saat artikel ini dibuat (22/4), PDS baru me-ngumpulkan 1,2% suara secara nasional. Sedangkan PKDI hanya mendapat sekitar 0,3%. Memang angka ini masih sementara, sebab
di Komisi Pemilihan Umum (KPU) masih berlangsung penghitungan suara. Tapi, berdasarkan perkiraan para pakar, hasil penghitungan akhir nanti tidak akan berbeda jauh dari angka sementara ini.
Terpuruknya partai-partai kris-tiani, mau tak mau membuat kita berpikir ulang tentang perlu-ti-daknya partai Kristen ini. Dihadap-kan dengan pertanyaan seperti ini, reaksi orang-orang pasti terbelah dalam dua sikap: pro dan kontra. Pihak yang setuju pasti mengata-kan bahwa partai Kristen perlu untuk membawa dan memper-juangkan suara gereja dan kepen-tingan umat kristiani. Sementara yang tidak setuju berpendapat kalau partai Kristen tidak perlu, apalagi sejauh ini kiprah dan prestasinya bagi kekristenan belum tampak secara signifikan. Buktinya, mereka tidak mampu menghadang lahirnya peraturan-peraturan atau undang-undang (UU) yang nyata-nyata merugikan kaum minoritas, termasuk warga Kristen.  Kontro-versi menyangkut partai Kristen ini memang tidak akan ada habisnya. Namun Laporan Utama kali ini se-moga bisa memberikan semacam pencerahan bagi kita.  

Saudara pembaca yang kami hormati, dalam Laporan Khusus kami menyajikan peristiwa tewas-nya seorang mahasiswa Indonesia yang sedang menuntut ilmu di Nanyang Technological University, Singapura. David Hartanto Widjaja, demikian nama mahasiswa itu, tewas secara mengenaskan pada hari Senin (2 Maret  2009). Awal-nya ramai diberitakan oleh pihak Singapura bahwa kematian maha-siswa berotak jenius ini  disebabkan bunuh diri dengan cara meloncat dari lantai 4 gedung kampusnya. Bahkan yang lebih “seram” lagi, dikatakan bahwa David “bunuh diri setelah menyerang profesor pembimbingnya”.

Pihak keluarga secara spontan menolak keterangan pihak NTU yang mengatakan bahwa David meninggal karena bunuh diri. Ayah korban dengan tegas menyatakan kalau alumnus BPK Penabur ini tidak mungkin melakukan perbua-tan itu. “Sejak kecil hingga akhir hidupnya, David tak pernah  meng-alami depresi sehingga merasa harus tertekan, apalagi melukai diri sendiri dan bunuh diri,” kata sang ayah yang jelas tahu persis karak-ter anaknya itu.
Hidup dan mati sepenuhnya berada di tangan Tuhan. Tetapi apa penyebab sesungguhnya kematian David, sangat perlu untuk diungkapkan, agar tidak menjadi preseden buruk di masa-masa mendatang. Kasus ini harus secepat mungkin dituntaskan, apalagi banyak keganjilan di seputar peristiwa ini.  NTU sebagai sebuah institusi pendidikan yang cukup dihormati di kawasan, harus membuktikan integritasnya dengan memberikan keterangan yang jujur. Kasus ini menjadi perta-ruhan berat bagi NTU.
Patut disesalkan pula sikap pe-merintah Indonesia yang terkesan “kurang bersemangat” dalam me-ngusut kasus ini. Padahal sebagai siswa cerdas, David pernah berjasa mengharumkan nama bangsa dan negara dengan keikutsertaannya di Olimpiade Matematika Mexico (2005). Bahkan dalam tugas akhir-nya di NTU, dia membuat suatu penelitian yang katanya tergolong brilian, dan bernilai ekonomis sa-ngat tinggi. Inikah gerangan yang menjadi penyebab kematiannya?SW
 
57
23 votes
1 2 3 4 5

Comments

Lainnya

Arsip :20122011201020092008
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2004-2011 Tabloid Reformata. All rights reserved . | 4.2918 sec | TOP
Online Support :