Registrasi! | Sudah punya akun?
 
 

Senggang

Julita Manik, Dibalik Layar Menggores Pesan Allah

Posted : 16 Maret 2009
103-Senggang.jpg
REFORMATA --Berada di balik layar selama  belasan tahun, sebagai pencipta lagu, itulah yang telah dilakoni Julita Manik dengan setia. Ratusan lagu, hasil goresannya telah memberkati banyak orang yang mendengar-nya. “Tidak peduli apakah aku populer atau tidak, bahkan andaikata tidak ada yang mau mendengar lagu-laguku, namun aku akan tetap menulis lagu. Inilah panggilan Tuhan bagiku,” demikian Julita berbagi kisah dengan hati diliputi suka cita.

Sejak tahun 1989, istri Pdm. Binsar Sitorus ini mulai menulis lagu yang terinspirasi dari kehidupan intimnya dengan Tuhan. Hingga 1990, lagu “Indonesia Penuh Kemuliaan” dipublikasikan. Hal ini membuat wanita lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB), jurusan teknik industri ini, semakin bertekad mendedikasikan hidupnya bagi Tuhan, melalui lagu-lagu ciptaannya.  
Walaupun lagu-lagunya banyak dipakai para penyanyi lagu rohani, dan judul lagunya dijadikan label, namun bagi ibu tiga putri ini jalan untuk masuk dapur rekaman, membawakan sendiri lagu-lagu karyanya masih tertutup. Namun hal itu tidak membuatnya berhenti berkarya. Dia tetap terjun dalam pelayanan musik, sambil terus menciptakan lagu. Namun dia masih memim-pikan untuk suatu ketika mem-buat album sendiri.

Pada usia ke-40 tahun, akhirnya Tuhan memberi kesem-patan itu. Pada tahun 2006, hadir album “Bapa yang Kekal. Tahun berikutnya (2007) “Beatiful”, “Indah pada Waktunya” (2008). Dan di tahun 2009 ini Julita bertekad untuk mengha-dirkan album terbarunya bertema “Bagaimana Aku Dapat Bertahan Tanpa-Mu”
Julita berharap lagu-lagunya dapat memberi berkat bagi banyak orang. Dengan mendengar lagu-lagunya, orang lain dapat menikmati kasih dan pesan Bapa Surgawi. “Nama tenar tidak penting, namun betapa indahnya jika lagu-laguku dapat menjangkau seluruh denominasi gereja, kalangan, bukan sekadar disukai tapi menjamah setiap hati,” ungkap Julita tulus.
Baginya, lagu rohani, menekan-kan hubungan penyanyi dengan Tuhan. Lagu rohani juga berdam-pak mengubah, memulihkan kehidupan seseorang. Inilah yang memberi perbedaan dengan lagu umumnya. Maka bagi Julita kemampuan yang diterima adalah hadiah dari Tuhan, maka dia akan mendedikasikan semuanya bagi Tuhan.
Untuk mempertahankan semua itu, dia melakukan beberapa hal: Tetap ada dalam pelaya-nan dan memiliki hati yang melayani. Firman Tuhan men-jadi kesukaan untuk terus hidup di dalam-Nya. Karena source liric berasal dari Firman Tuhan, pergumulan dan kesaksian hidupnya bahkan pergumulan orang lain, maka Firman Tuhan, khotbah, menjadi kelengkapan pesan yang dapat melahirkan pujian baru baginya.

Bagi wanita kelahiran 25 Juli 1966 ini, sangat penting mem-persiapkan pesan-pesan dalam lagu yang ditulisnya. Maka dalam menulis lagu, pertama kali dia datang ke dalam hadirat Tuhan, memainkan piano, dan menemu-kan tema khusus, maka lahirlah lagu baru. Sebuah lagu bisa lahir dalam 1 jam, tapi kadang bisa sampai 2 tahun, baru sebuah lagu bisa selesai diciptakan.
Inilah bagian dari kesehariannya. Sebagai ibu rumah tangga, yang harus mengurusi rumah tangga, tapi juga mendukung sang suami melayani di gereja, mempromosi-kan album, menerima beberapa pelayanan luar kota, dan terus menulis lagu. Itulah bagian dari aktivitas Julita. “Untuk kita yang melayani Tuhan, hanya satu yang bisa menjadikan pelayanan itu mengubahkan dan memulihkan, yaitu memulai dari dalam hidup kita sendiri: hidup sungguh di dalam Tuhan dengan firman-Nya,’ de-mikian Julita mengakhiri kisahnya.
Lidya
53
27 votes
1 2 3 4 5

Comments

Lainnya

Arsip :20122011201020092008
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2004-2011 Tabloid Reformata. All rights reserved . | 15.7703 sec | TOP
Online Support :