Registrasi! | Sudah punya akun?
 
 

Gereja & Masyarakat

Army of God Melayani yang Tidak Terjangkau Masyarakat

Posted : 13 Maret 2009
REFORMATA --ARMY of God (AOG),  kelahirannya dipelopori oleh Timothy Albert. Ayah dua anak ini, meyakini pelayanan ini adalah panggilan Tuhan. Ini berawal dari sentuhan perubahan yang telah dinikmatinya melalui pelayanan Christian Mens Network (CMN) yang diikutinya sejak tahun 2002.

Hasrat untuk menjangkau orang-orang yang terabaikan di masya-rakat, itulah yang mendorong hadirnya AOG di awal tahun 2007. AOG menolong orang-orang yang tidak dijangkau masyarakat, seperti anak jalanan, pengamen, pemu-lung, dan tahanan di penjara. Mengapa sasaran ini ditujukan kepada mereka?  Karena kesada-ran bahwa kita juga adalah orang-orang yang berdosa, kotor, tidak tahu bagaimana mengasihi sese-orang, namun telah menerima kasih Allah. Maka, memikirkan orang-orang yang telantar adalah panggilan yang diberikan Tuhan. Sebagai tujuan mulia-Nya, agar mereka yang terlantar-pun dapat menikmati hal yang sama, akan kasih Allah.
Bentuk pelayanan adalah mela-kukan kunjungan dan pemuridan. Hal ini didasari pada Matius 25: 40, “Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah se-orang dari saudara-Ku  yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku”.


Hingga 2009, sudah sekitar 1.500 orang yang dimuridkan, bu-kan hanya di Jakarta, namun Jawa, Manado dan Ambon. Kegiatan  ini sudah dilaksanakan dalam beberapa event tepatnya di bulan Maret, Oktober 2007, dan Februari 2008. Untuk pemuridan dilakukan satu kali sebulan dalam bentuk kamp, baik pelayanan penjara maupun anak jalanan. Khusus pelayanan di penjara dilakukan dengan meng-gunakan 12 modul (CMN) yang disampaikan dalam 13 sesion. Diramuhmenjadi paket 3-4 hari, maka dalam 1 hari  akan mendapatkan 3-4 sesion.


Ada 12 modul yang digunakan, di antaranya: Tanggung jawab berhenti sampai di sini, Ada cela di daun pintu, Punya misi visi, Penyerahan hak (tunduk pada Tuhan), Lembut dan tegas, Apa yang lamban (video papi), Duta kerajaan Allah, Tips satu dolar (bagaimana sebagai pria menya-takan sesuatu yang terindah buat orang tua kita, yang kita kasihi), Kesempurnaan seorang pria (inte-gritas seperti Kristus), Perkawinan yang diubahkan, dan lain-lain.  Selain 12 modul ini, dilengkapi dengan kesaksian hidup seseorang yang diubahkan. Mereka telah menjangkau bebe-rapa penjara, seperti LP Cipinang, Tangerang. Rencanana, di tahun 2009 ini akan dilayani tahanan LP Salemba.  Untuk anak-anak jalanan di Condet, akan diadakan di bulan April nanti.


    Keterlibatan dan sasaran AOG lebih dominan pada pria, oleh karena kesadaran bahwa pria dilahirkan se-bagai pemimpin yang memberi pe-ngaruh kepada ling-kungannya. Maka gerakan ini diharap-kan dapat menca-pai harapan yang mengubahkan kaum pria kembali kepada kasih Allah. “Keterbukan awal dari pemulihan”, adalah moto yang diusung, sehingga mendorong setiap orang yang dilayani, untuk menghasilkan buah yang dapat dilihat orang lain. Menjadi berkat bagi banyak orang, ada-lah kerinduan yang ingin dihadirkan terus melalui pelaya-nan AOG.


Dampak dari pela-yanan AOG di pen-jara adalah, pola pikir mereka yang telah dilayani men-jadi berubah. Con-tohnya banyak yang suka merokok dan onani tidak mela-kukan hal itu lagi.  “Perubahan bukan-lah suatu peruba-han, sampai terjadi suatu perubahan”. Statemen ini men-jadi seruan peruba-han yang ingin terus dilakukan setiap waktu. Bagaimana meno-long rekan-rekan yang sudah dila-yani agar tetap teguh dalam perubahan yang benar, AOG membuat pemerhati atau brothers keeper, saudara yang saling menjaga. Yang sudah dilayani kembali ke gereja-nya menjadi berkat dan hidup dalam keter-bukaan. Kehidupan mandiri untuk saling menjaga, agar tidak jatuh dalam jurang kesalahan yang sama, diciptakan sebagai tindak lanjut dari pelayanan pemuridan. Masuk dalam komunitas yang kuat untuk saling menjaga, sebagai pelindung yang ampuh dalam proses menjadi dewasa dalam perubahan.


Dalam pelayanan AOG, selalu didukung oleh komunitas CMN. Keterbukaan untuk saling men-dukung dan memberi perhatian. Bagi Timothy, itu sangat dirasakan. Pelayanan sangat membutuhkan dana, hati, daya yang sungguh, dan doa. Dan itu selalu dicukupkan Tuhan. Itu didapatkan melalui rekan-rekan komunitas CMN. Dan ada cara-cara Tuhan yang tidak terpikirkan, membuat setiap kebu-tuhan di saat pelayanan selalu dapat tercukupkan hingga pelayanan selesai. “Inilah yang membuat saya tidak pernah merasa sendiri. Tuhan selalu menyertai. Saya menjalankan apa yang harus saya kerjakan, dan pertolongan Tuhan selalu datang di saat yang tepat,” kata  Timothy.


Timothy juga mengingatkan para pemimpin untuk bangkit dan bertobat. “Carilah perkara-perkara di atas, bukan hal duniawi. Saling bergandengan tangan, bersatu bersama Tuhan. Sebagai prajurit yang baik, yang berjuang dan tidak memusingkan dirinya sendiri, supa-ya layak bagi komandannya”. Mem-bangun karakter dan mind set yang benar adalah pola pelayanan yang dibangun oleh AOG. Mereka yang tidak terjangkaukan, akhirnya dijangkau oleh gerakan AOG. Tidak semua dapat terpenuhi, namun ada sukacita yang bertambah, ka-rena semakin banyak yang diu-bahkan dan menemukan kasih Allah.  Kerinduan menyiapkan lapa-ngan pekerjaan, bagi mereka yang dilayani adalah impian AOG ke depan. Lidya Wattimena

44
22 votes
1 2 3 4 5

Comments

Lainnya

Arsip :20122011201020092008
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2004-2011 Tabloid Reformata. All rights reserved . | 6.1572 sec | TOP
Online Support :