ANAK petani yang sehari-hari mencari rumput dan menggembalakan kerbau. Itulah kehidupan di masa kecil Andreas Anangguru Yewangoe di kampungnya, Mamboru, Sumba Barat, NTT. Bimbingan dari sang ayah, Pdt. SM Yewangoe, pendeta sekaligus petani, sangat terasa olehnya. Sebagai pendeta, ayah-nya bekerja keras menghidupi keluarga dan jemaat tanpa gaji. Kesulitan, pengorbanan, dan hidup melayani dari sang ayah, memberi-kan gambaran tersendiri bagi Andreas tentang betapa sulitnya kehidupan seorang pendeta atau hamba Tuhan.
Andreas tak pernah berpikir untuk mengikuti jejak sang ayah. Namun agaknya Tuhan berkehen-dak lain. Dr. Andreas Anangguru Yewangoe kini bukan sekadar ham-ba Tuhan, namun dia juga pemim-pin dan tokoh gereja. Dia menjadi pemimpin yang melayani. Semua yang tak pernah terpikirkan dan diinginkannya, kini harus dijalaninya
sebagai mukjizat Allah yang besar. simak bagaimana perjalanan karier pelayanannya dalam REFORMATA edisi 101