setiap mendapat haid, haid saya banyak sekali serta berisi seperti bekuan-bekuan darah yang sering disertai rasa berat pada perut bagian bawah. Saya jadi berpikir apakah ini tanda-tandanya saya akan menopause atau berhenti haid, atau ada hal lain yang lebih serius?
1) Apakah penyebab perdarahan saya yang banyak ini? Sebenarnya kira-kira 1 minggu lalu saya sudah ke dokter spesialis kandungan, dan dari hasil pemeriksaan ditemukan kalau uterus saya membesar. Dan kata dokter penyebabnya adalah FIBROID.
Saya diharuskan masuk rumah sakit supaya dilakukan pemeriksaan dilatasi dan kuretasi untuk memperjelas atau memastikan diagnose, sebenarnya apakah FIBROID itu dok, bahayakah?
2) Apakah FIBROID yang tumbuh dalam rahim pengobatannya pasti harus dengan operasi, karena dokter SpOG saya menerangkan mungkin saya akan menjalani operasi TOTAL HISTEREKTOMI atau mengangkat seluruh rahim saya. Saya sangat ketakutan. 3) Tapi seandainya harus operasi, bisakah FIBROID itu tumbuh lagi suatu saat? 4) Secara kejiwaan adakah kemungkinan seorang perempuan yang diangkat seluruh rahimnya melalui operasi bisa mengalami goncangan perasaan/kejiwaan?
5) Kira-kira berapa lama setelah operasi saya boleh berhubungan intim lagi dengan suami? Atau ada advis dokter yang lain lagi bagi saya yang perlu saya perhatikan dengan baik setelah operasi? Terima kasih untuk jawaban Dokter.
Agnes C.
Surabaya, Jawa Timur
BU Agnes, saya juga prihatin dengan apa yang Anda alami dan turut berdoa kiranya semuanya bisa teratasi dengan baik pada waktu-Nya. Baiklah saya akan menjawab pertanyaan-pertanyaan Ibu.
1) Perdarahan pervaginum (MENORAGIA) sebenarnya dapat disebabkan oleh bermacam-macam keadaan antara lain berhubungan dengan gangguan keseimbangan hormonal (DYSFUNCTIONAL UTERINE BLEEDING),ADENOMIOMA, INFEKSI PANGGUL, Alat Kontrasepsi Dalam Rahim /AKDR (spiral, IUD), KANKER MULUT RAHIM , ENDOMETRIOSIS, TUMOR JINAK (terutama FIBROID) didalam rongga panggul, DISKRASIA DARAH dan lain-lain. Sedangkan khusus dalam kasus Ibu, perdarahan yang sangat banyak saat menstruasi (MENORAGIA) dari hasil pemeriksaan dokter Anda kemungkinan besar disebabkan adanya tumor jinak FIBROID atau lebih tepat disebut FIBROMIOMA, dan belum pasti karena akan MENOPAUSE walaupun kemungkinan untuk hal ini terjadi bersamaan bisa-bisa saja mengingat usia.
FIBROID atau FIBROMIOMA adalah tumor jinak yang berasal dari dinding otot rahim,bisa bertumbuh lebih dari satu sekaligus tapi jarang menjadi ganas.Sering bisa bertumbuh menjadi sangat besar sehingga menimbulkan rasa berat dalam perut yang tampak besar, dapat menyebabkan rasa sakit dan perdarahan yang sangat banyak, umumnya menyerang perempuan berusia 30 tahun ke atas.
FIBROID dapat diklasifikasikan dalam beberapa jenis menurut letaknya di otot rahim: 1. Fibroid Submukosa, 2. Fibroid Intramural dan 3. Fibroid Subserosa (lihat gambar) :
2) Fibroid akan beregresi setelah menopause. Jadi kalau gejala tidak hebat, fibroidnya juga tidak sangat besar, dan pasien sendiri sudah hampir menopause maka tindakan operasi tidak perlu dilakukan karena fibroid akan mengecil dengan sendirinya dan kemudian menghilang setelah menopause. Tapi bila pasien belum menopause, masih cukup muda dan masih ingin punya anak lagi maka biasanya dokter ginekolog akan menyarankan supaya dilakukan tindakan MIOMECTOMI artinya FIBROID harus dioperasi dan dibuang dari dalam rahim.
3) Walaupun sudah dioperasi FIBROID atau FIBROMIOMA ini masih saja bisa bertumbuh lagi secara berulang, padahal rahim seorang perempuan tidak boleh terlalu sering dioperasi, terutama yang masih ingin hamil lagi, karena operasi yang berulang bisa melemahkan dinding rahim. Lain halnya dengan mereka yang tidak ingin hamil lagi atau sudah akan menopause bahkan yang sudah menopause operasi pengangkatan rahim lebih dianjurkan.
4) Memang ada saja beberapa wanita yang kemungkinan akan mengalami guncangan perasaan paskaoperasi, apalagi bila masih ingin hamil dan belum ada kesiapan hati yang mantap untuk menjalani operasi. Namun, ada juga perempuan yang justru merasa sangat lega dan bebas dari penderitaan yang mungkin sudah lama diderita sehingga dia sangat siap dan tidak merasa terguncang.
5) Berhubungan intim dengan suami dapat dilakukan kira-kira 4 minggu paskaoperasi, setelah luka operasi benar-benar pulih dan tidak ada komplikasi.
Demikian jawaban kami kiranya dapat menolong Ibu untuk membuat keputusan yang tepat. Tuhan Yesus memberkati.q