Paman Terkena Kanker Nasofaring!

 Dr. Stephanie Pangau, MPH

Dok, paman saya (37), seminggu  lalu didiagnose oleh dokter THT terkena kanker nasofaring (KNF). Seluruh keluarga kaget, apalagi Paman, dia benar-benar shock, padahal sepertinya di keluarga tidak ada riwayat kanker.  

Paman juga tidak merokok. Keluhannya, dia hanya merasakan, belakangan hidungnya sering tersumbat dan mimisan. Selain itu telinganya sering terasa berdengung, budek (pendengaran berkurang) dan serasa penuh. Selain itu, yang paling utama sehingga dia ke dokter karena ada benjolan kecil timbul dekat bawah daun telinga, tapi paman tidak merasa nyeri.

Pertanyaan saya:  1) Apakah kanker nasofaring itu, dan di mana letaknya?  2) Apa penyebab kanker nasofaring?  3) Apa gejala atau tanda-tanda dini kanker nasofaring yang perlu kita waspadai?  4) Bagaimana pengobatan untuk kanker nasofaring?  5)  Bagaimana pencegahannya?  7)  Setelah ketahuan paman saya menderita kanker nasofaring, kira-kira berapa lama menurut perkiraan dokter, beliau bisa bertahan hidup? Terimakasih atas jawaban Bu Dokter. Tuhan memberkati.

Tia, Kelapa Gading,

Jakarta Utara

 

 

MBAK Tia yang saya kasihi, saya juga ikut merasa sedih dan prihatin atas apa yang menimpa paman Anda. Kiranya melalui jawaban ini, ada hal-hal penting yang yang bisa Anda dapatkan.

1.  Sebenarnya yang disebut nasofaring adalah suatu rongga yang berbentuk kubus dengan ukuran kira-kira 4 x 4 x 4 cm. Letak rongga ini di belakang rongga hidung yaitu batas antara rongga hidung (naso) dengan rongga tenggorok (faring), itu sebabnya namanya adalah gabungan antara keduanya yaitu nasofaring. Kanker nasofaring atau Karsinoma Nasofaring (KNF) tumbuh pada suatu celah (fosa) yang disebut fosa Rosenmuller yang merupakan lipatan antara atap nasofaring dengan dinding di sampingnya. Tepat di bawah celah ini terdapat muara tuba Eustachius yang merupakan saluran yang menghubungkan rongga telinga tengah dengan rongga nasofaring. Muara saluran ini sering tertutup oleh tumor karena letaknya yang berdekatan ini. Hal ini menyebabkan adanya keluhan pada telinga juga.

2.  Seperti umumnya penyakit kanker lainnya, penyebab pasti KNF pun belum diketahui. Tapi ada hubungan antara suatu kuman yang disebut dengan Epstein – Barr Virus dan :

- Konsumsi ikan asin dikatakan sebagai penyebab utama timbulnya penyakit ini. Virus ini bisa masuk ke dalam tubuh dan terus menetap dalam jangka waktu panjang di sana tanpa menyebabkan suatu keluhan atau kelainan. Virus Epstein – Barr ini bisa menjadi aktif bila ada mediator misalnya orang yang suka makan ikan asin sejak masa kecilnya. Ikan asin ini dapat mengaktifkan virus ini sehingga timbul KNF, oleh karena di dalamnya terdapat zat nitrosamine yang ternyata merupakan mediator penting. Zat ini ditemukan pada ikan/makanan yang diawetkan (di-Greenland), juga pada daging kambing yang dikeringkan (Quadid) di Tunisia dan sayuran yang difermentasi (asinan) serta taoco di Cina.

- Keadaan sosial ekonomi yang lemah, lingkungan dan kebiasaan hidup,misal:

- pembakaran dupa

- asap

o    Sering kontak dengan zat yang bersifat karsinogen (misal benzopyrene sejenis hidrokarbon dalam arang batu bara), gas kimia, asap industri, asap kayu, dan beberapa ekstrak tumbuhan.

- Ras dan Keturunan.

Di Asia, terbanyak adalah bangsa Cina. Ras Melayu (Malaysia dan Indonesia) banyak juga yang terkena, sedangkan ras kulit putih jarang.

- Radang kronis pada daerah nasofaring menyebabkan mukosa nasofaring menjadi lebih rentan terhadap KNF.

3. Tanda-tanda dini yang perlu diwaspadai (gejala-gejala awal sama seperti yang dialami paman Anda):

o    Terutama pada pasien dewasa bila sering mimisan oleh karena dinding tumor umumnya rapuh sehingga oleh rangsangan maupun sentuhan ringan saja dapat terjadi perdarahan hidung atau mimisan. Keluarnya darah bisa berulang-ulang, tidak banyak dan seringkali bercampur ingus sehingga darah berwarna merah jambu

o    Hidung tersumbat yang menetap oleh karena adanya pertumbuhan tumor ke dalam rongga hidung dan menutupi koana, dengan gejala seperti pilek kronis yang kadang disertai dengan gangguan penciuman dan adanya ingus kental. Namun tidak selalu bila anda mengalami tanda-tanda atau gejala-gejala seperti diatas sudah pasti anda terkena kanker, karena bisa saja hanya pilek biasa yang akan sembuh saat anda mendapatkan pengobatan yang tepat. Tapi bila keluhan tersebut timbul berulang-ulang tanpa penyebab yang jelas atau malah menetap walaupun sudah diberi pengobatan, maka sebaiknya cepat memeriksakan diri anda ke dokter THT.

 

 (…..sampai di sini untuk edisi 88, yang di bawah untuk edisi 89……)

 

o    Bersamaan dengan itu, pasien juga bisa mengeluh kurang mendengar, telinga terasa penuh, kadang berdengung dan disertai gangguan pendengaran (pendengaran berkurang). Gejala ini sebenarnya adalah gejala yang sangat dini. Pada keadaan lebih lanjut, rongga telinga tengah akan terisi cairan akibat terjadi penyumbatan muara tuba. Cairan yang diproduksi makin lama makin banyak, sehingga akhirnya terjadi kebocoran gendang telinga dengan akibat gangguan pendengaran karena telah terjadi radang telinga tengah sampai pecahnya gendang telinga.

o    Selain itu pasien akan mengeluh terjadi penglihatan dobel (diplopia) oleh karena perluasan tumor ke jaringan sekitar. Perluasan ke atas, ke arah rongga tengkorak dan ke belakang melalui sela-sela otot, bisa mengenai saraf otak dan bisa menyebabkan gejala akibat kelumpuhan saraf otak tersebut, seperti penglihatan dobel, rasa baal (mati rasa) di daerah wajah sampai akhirnya timbul kelumpuhan lidah, bahu, leher dan gangguan pendengaran serta gangguan penciuman.

o    Keluhan lain dapat berupa sakit kepala hebat akibat penekanan tumor ke selaput otak, yang juga mengakibatkan rahang tidak dapat dibuka karena otot-otot rahang yang menjadi kaku akibat terkena tumor

o    Sebagai gejala lanjut terjadinya pembesaran kelenjar getah bening leher kemudian kelumpuhan saraf-saraf otak, kerusakan tulang tengkorak dan adanya metastasis (anak sebar) jauh, misalnya paling sering pada tulang, hati dan paru. Jika ini terjadi, tandanya suatu stadium akhir dengan prognose yang buruk.

4.      Pengobatan untuk KNF.

Pada stadium di mana tumor masih terbatas pada rongga saraf dan belum meluas, maka penyinaran saja sudah dapat memberi angka kesembuhan yang cukup tinggi. Tapi pada stadium lanjut diperlukan pengobatan tambahan lainnya yang memerlukan biaya cukup mahal. Pada stadium lanjut atau keadaan kambuh, pengobatan terbaik adalah ‘Theraphy Sandwich’, yaitu Kemoterapi – Radiasi – Kemoterapi. Selain itu dapat disertai pemberian obat anti kanker sebagai obat-obat tambahan yang akan dianjurkan dokter sesuai keadaan penyakit penderita. Namun harus dimonitor efek samping dengan cara melakukan kontrol yang baik terhadap fungsi pembentukan darah, fungsi ginjal dll. Sedangkan operasi hanya dilakukan untuk membersihkan sisa kelenjar leher yang sesudah mendapatkan radioterapi, kelenjar masih besar atau tumbuh lagi, tapi ini pun dengan syarat tumor ganas induknya di nasofaring sudah dinyatakan bersih

 

5.      Oleh karena dari hasil penelitian dikatakan bahwa lebih dari 90% pasien KNF pada usia di bawah 35 tahun adalah sebagai akibat mengonsumsi ikan asin sejak masa kanak-kanak, maka sebaiknya dilakukan usaha-usaha pencegahan kepada masyarakat melalui penyuluhan-penyuluhan untuk menimbulkan kesadaran supaya mengurangi atau tidak mengonsumsi ikan asin atau sejenisnya sama sekali, selain itu menghindari sebisa mungkin semua faktor-faktor risiko termasuk jangan merokok

 

6.      Secara keseluruhan, angka untuk bertahan hidup selam 5 tahun adalah sekitar 45%, tapi prognosis bisa diperburuk bila stadium sudah lebih lanjut, usia sudah diatas 40 tahun, berjenis kelamin laki-laki, ras Cina daripada ras kulit putih, adanya pembesaran kelenjar leher, adanya kelumpuhan saraf otak, adanya kerusakan tulang tengkorak dan adanya metastasis atau anak sebar yang jauh.

 

Memang dalam hal penyakit KNF ini, yang paling diperlukan adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat melalui penyuluhan dan penerangan tentang gejala awal serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk segera mencari pertolongan dokter. Masalahnya sering pasien datang sudah dengan stadium lanjut alias terlambat karena sifat dari penyakitnya sendiri yang diawal sering tanpa rasa nyeri atau sakit sehingga pasien tidak terdorong untuk mencari pertolongan medis. Selain letak nasofaring yang cukup tersembunyi sehingga adanya tumor ganas di daerah tersebut tidak cepat terdeteksi baik oleh si penderita maupun oleh dokternya. Demikian juga untuk pemeriksaan biopsi sering harus dilakukan berulang-ulang karena suka tidak ditemukan bukti ada sel kanker di daerah yang dicurigai.

Demikianlah Mbak Tia jawaban saya. Tuhan memberkati.
25 July 2008

Konsultasi Kesehatan Index