Dok, ayah saya baru berusia 59 tahun, tapi sejak 2 tahun belakangan ini (yaitu sejak kematian ibu saya), kok tingkah laku ayah banyak sekali berubah. Beliau jadi sangat, sangat pelupa khususnya untuk masalah-masalah yang baru terjadi. Tetapi herannya untuk kejadian-kejadian masa lalunya seperti saat beliau masih kanak-kanak, kok beliau bisa ingat.
Belakangan ayah saya menjadi orang yang kaku sekali, lambat dalam berpikir dan sangat terikat pada kegiatan rutinitasnya. Mood-nya mudah berubah, mudah cemas, gampang sekali marah, sangat curiga dan sering terlihat tidak punya inisiatif, dan depresi. Pokoknya, ayah saya jadi aneh, deh, tingkah lakunya sangat tidak wajar dan benar-benar mundur.
Kami anak-anaknya jadi sering tidak betah berada di dekat beliau karena suka marah besar, kasar, bahkan berapa kali dia mau memukul pembantu kami tanpa alasan yang jelas. Perlu dokter tahu, ayah saya punya penyakit darah tinggi yang diketahui sejak 5 tahun belakangan ini. Dia juga pernah terkena stroke 2 tahun terakhir, tapi sekarang tekanan darahnya sudah terkendali. Kami sudah membawa ayah ke dokter dan menurut dokter, ayah saya terkena penyakit demensia.
Pertanyaan saya: 1) Apa saja gejala demensia? 2) Apa saja penyebab demensia? 3) Apa kriterianya seseorang disebut demensia? Terima kasih. TUHAN memberkati selalu. untuk perhatian dan jawaban yang saya nantikan
Dyah
Pejaten, Jakarta Selatan
- Salah satu gejala demensia yang menonjol adalah sifat pelupa yang sering sulit dideteksi pada stadium dini. Gangguan memori lebih menonjol pada keadaan yang baru dibanding kejadian-kejadian yang telah lalu. Penderita juga sering kesulitan dalam mempelajari hal atau keadaan yang baru.Yang bersangkutan suka memberi alasan atau menyembunyikan kekurangan daya ingatnya. Baginya sulit mengingat kejadian setelah beberapa menit berlalu, tapi masih bisa mengingat masa kanak-kanaknya seperti yang terjadi pada ayah Anda. Keadaan intelektual orang demensia juga menurun, untuk hal ini bisa terlihat bila dilakukan tes terhadap komprehensi, berhitung, pengetahuan umum dan memorinya.Penderita tidak lagi tertarik terhadap banyak hal, seperti juga ayah yang menjadi kaku dan sangat terikat hanya pada rutinitas yang stereotip. Sering terjadi perubahan mood seperti mudah cemas, iritable dan depresi. Penderita yang seperti ini kalau ditantang oleh keadaan yang melewati batas kemampuannya bisa terjadi ledakan emosional yang tak terkendali. Tanda-tanda lain, inisiatif yang menurun, isi pikiran yang sangat terbatas. Lebih lanjut sifat kepribadian bisa menjurus antisosial dan kadang-kadang bisa terjadi disinhibisi seksual. Penderita juga menunjukkan kecurigaan yang berlebihan (paranoid) yang sebenarnya tidak beralasan.
- Lebih kurang ada 70 macam kelainan atau penyakit yang bisa menyebabkan demensia. Dikatakan bahwa tiap penyakit yang melibatkan otak bisa menyebabkan demensia misalnya penyakit gangguan peredaran darah di otak, radang otak, keganasan, gangguan metabolik, penyakit degeneratif. Untuk lebih teliti bisa dilakukan juga beberapa pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan lab, CT scan, MRI, pemeriksaan darah. Sedangkan untuk bisa mengetahui keadaan mental sebaiknya dilakukan pemeriksaan neuro-psikologi. Keadaan seperti ini akan lebih baik lagi kalau dilakukan juga pembinaan rohani dengan tepat dan baik.
3. Kriteria untuk menentukan adanya demensia antara lain :
- kemampuan intelektual yang menurun sehingga mengganggu pekerjaan dan lingkungannya.
- gangguan kognitif selalu melibatkan daya ingat; umumnya akan didapatkan gangguan berpikir abstrak, gangguan menganalisis problem, gangguan mengadakan pertimbangan, afasia, apraksia, agnosia, jadi ada kesulitan konstruksi oral dan perubahan kepribadian
- yang bersangkutan dalam keadaan sadar.
Demikianlah jawaban kami kiranya bisa menolong. God bless you…v