Registrasi! | Sudah punya akun?
 
 

Khas

Gereja St. Maria, Pulau Galang: Mengenang Penampakan Bunda Maria

Posted : 07 Agustus 2008
89 KHAS.jpg
Perang, dari jaman dulu hingga kini sepertinya tak pernah mau berhenti.  Karena perang, banyak harta yang lenyap sia-sia, bahkan juga nyawa manusia bagaikan mainan semata. Dengan dengan hanya jentikan tangan,

ribuan orang bisa dibuat terkapar dan mati oleh senjata yang kekuatannya dahsyat.  Belum lagi para pengungsi yang juga tak sedikit jumlahnya, melanglang buana mencari perlindungan di negara-negara terdekat yang mau menerima mereka untuk sekadar bertahan hidup.

            Pada tahun tujuh puluhan di Vietnam terjadi perang saudara. Rakyat yang sejatinya sebangsa dan setanah air itu menjadi korban. Di saat itulah muncul fenomena “boat people” atau manusia perahu.  Dengan perahu sederhana mereka meninggalkan negaranya yang porak poranda bagaikan neraka itu. Dengan alat transportasi laut sederhana mereka  mengarungi samudra luas dan ganas, untuk mencari tempat yang aman dan damai.  Salah satu tempat yang disinggahi adalah Pulau Galang, Kepulauan Riau, Indonesia. 

            Tak kurang dari  250.000 pengungsi menetap di sana.  Pulau yang berada 50 km dari Pulau Batam ini menjadi saksi bagaimana perang telah membuat banyak orang tak bersalah menjadi korban.  Saksi bisu lainnya adalah Gereja St. Maria.  Meski hampir seluruh bangunan gereja itu berbahan kayu, dan sepertinya terlihat sudah sangat tua, namun masih berdiri tegak di tengah sunyi sepinya Pulau Galang.  Di atas bangunan tersebut tampak sebuah salib kayu yang menjulang tinggi, sebagai bentuk penghormatan tertinggi pada kebesaran dan pengorbanan Tuhan. Di bawah salib tadi tampak gambar Bunda Maria, yang diukir dengan nuansa estetika.

            Satu hal yang menarik di lingkungan sekitar gereja adalah keberadaan Patung Bunda Maria.  Di bagian depan gereja, para pengungsi juga membangun sejumlah patung, di antaranya patung Bunda Maria yang menggendong seorang anak dan berada di atas perahu serta seorang bapak merangkul kedua anak.  

            Patung Ibunda Yesus ini dibuat, selain karena kecintaan mereka pada Bunda Suci itu, juga karena sebagian dari pengungsi Vietnam tadi sempat menyaksikan penampakan Bunda Maria.  Karena itu mereka percaya bahwa penampakan Bunda Maria ini sangat menggembirakan para pengungsi di pulau itu. Mereka percaya Bunda Maria telah menyertai mereka dalam perjalanan mereka menuju tanah pengungsian ini.

            Keberadaan Gereja St. Maria dan Patung Bunda Maria di Pulau Galang tersebut seolah menjadi satu ingatan kepada umat manusia agar tak lagi menempuh jalan perang untuk memuaskan ambisi kekuasaan.  Lambing-lambang suci itu juga sebagai tanda bagaimana “manusia perahu” tetap menaruh harap, meski dalam kesusahan. ?  Slamet Wiyono/dbs

61
32 votes
1 2 3 4 5

Lainnya

Arsip :201020092008
Online Support :