Registrasi! | Sudah punya akun?
 
 

Muda Berprestasi

Fransiska Novia Astria Eka Putri, Mengembangakan Bakat

Posted : 05 Oktober 2008
MENGENAL bakat diri sendiri  adalah satu langkah awal   menuju prestasi. Langkah selanjutnya adalah tekad dan per-juangan untuk mengembangkan bakat tersebut hingga prestasi tercapai. Filosofi itu tampaknya melekat pada diri Astrid. Dara cantik kelahiran Jakarta, 7 November 1991 ini, kini sudah menyimpan segudang prestasi. Puluhan piala penghargaan yang terpajang di
rumahnya merupakan buah dari proses pengembangan bakatnya di bidang modeling dan alat musik saxophone.
Astrid menjadi juara 1 Performance Busana Pesta dalam “Super Model Busana Nusantara dan Trend Model Gaya Busana Pesta/Casual tahun 2000”. Ini perlombaan pertama Astrid, saat dia duduk di kelas IV sekolah dasar (SD).  
Sejak itu, remaja putrid bernama lengkap Fransiska Novia  Astria Eka Putri ini hampir tak pernah alpa mengikuti pelbagai perlombaan modeling hingga kini. Piala kejuaraan setiap ikut perlombaan pun kerap diboyongnya. “Begitulah caranya aku memelihara dan mengembang-kan bakat di bidang modeling,” urai dara yang pernah melakoni sebagai model dalam acara Cosmo Beauty 2007, di Balai Kartini,  dan Jhoni Andrean Model 2007 di Senayan Jakarta ini sambil tersenyum.

Hasilnya, kini putri tunggal pasa-ngan Antonius Toto Subar-yanto dan Damayanti ini selalu sibuk memenuhi permintaan berbagai agency designer model busana untuk dijadikan model dalam rancangan dan tampilan promosi busana mereka. “Maklumlah, saya kan tidak terikat kontrak dengan agency mana pun. Jadi, saya bebas menerima tawaran dari siapa aja,” jelasnya.
Di samping itu, kemampuannya bermain alat musik saxophone turut menambah deretan piala yang diraih Astrid. Tentang kepia-waian bermain alat musik tiup ini, Astrid berujar, “Sejak kelas 2 SD aku sudah merasa kalau aku juga ada bakat bermain saxophone”. Karena itu, dia terus mengasah ke-mampuannya itu dengan giat mengikuti kursus saxophone. Sang ayah yang juga pandai bermain saxophone turut andil menumbuh-kan kemampuan Astrid dalam ber-main alat musik itu. Saat senggang di sore hari, ayahnya sering meng-ajarinya bagaimana memainkan alat musik itu. Hasilnya, ketika tampil perdana dalam kejuaraan Drum Band Yunior “Tangerang Open Marching Band Walikota Cup 2002”, Astrid  meraih “Solo Horn Terbaik” dalam bermain saxophone.

Hingga kini, cewek  imut ini kerap tampil di berbagai pementasan atau konser musik sebagai solis saxophone. Dia sendiri merasa sangat enjoy kalau sedang meniup alat musik yang satu itu.
 Ibarat pepatah, “Alah bisa karena biasa”, demikian pula mental cewek remaja yang gemar membaca dan nonton TV ini. Makin sering diuji, dia pun sudah teruji untuk tampil dan berakting di depan publik. Tak heran, Astrid juga diminta bermain dalam sinetron anak-anak “YAHO” pro-duksi Indosiar, tahun 2001. Setahun kemudian, Astrid berpe-ran  sebagai Sanchai dalam parodi “Meteor Garden” versi “Spontan” produksi Star Vision, tahun 2002.

Dengan seabreg kegiatan itu, apakah prestasi siswi kelas XII SMA Pramita ini menurun? Tidak juga. Bahkan sejak SD, gadis yang ingin kuliah di jurusan sastra Inggris setelah lulus SMA nanti, selalu berada dalam peringkat 10 besar kelas unggulan. “Biarpun sibuk mengikuti lomba, kewajiban saya sebagai pelajar tetap diutamakan. Yang penting kan tahu kemam-puan sendiri dalam belajar dan memanfaatkan setiap waktu de-ngan tetap, jangan sampai beran-takan,” ujarnya optimis.
Dia sadar, semua bakat dan talentanya itu adalah anugerah Sang Pemilik. Sebab itu, sebagai ungkapan syukurnya dia tak pernah menolak kalau diminta bermain saxophone mengiringi koor di gereja mana pun.  Stevieagas

56
17 votes
1 2 3 4 5

Comments

Lainnya

Arsip :2011201020092008
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2004-2011 Tabloid Reformata. All rights reserved . | 5.1072 sec | TOP
Online Support :