Registrasi! | Sudah punya akun?
 
 

Muda Berprestasi

Dorman Manik Komposer, Aranger dan Vokalis

Posted : 05 Oktober 2008
Dorman-Manik.gif
Sebuah keyboard mini, layaknya mainan anak-anak, menjadi teman bermain Dorman Manik sejak kecil. Jari-jarinya yang masih kecil dan pen-dek, tidak membuatnya berhenti menekan tuts-tuts. Aneka bunyi yang timbul saat menekan tuts itu, lama-lama bisa dia hapal dan dia kenal. Itulah awalnya Dorman kecil berkenalan dengan musik, dan mempelajarinya lebih intensif. Dia pun mulai mampu memainkan berbagai alat musik.
Mendy—nama panggilan Dor-man—lahir pada 19 Februari 1982. Dia anak bungsu dari delapan bersaudara. Sejak duduk di kelas 1 SMP, Mendy sudah mulai bermain musik untuk mengiringi orang ber-nyanyi. Di kelas 1 SMA, Mendy su-dah  tampil tunggal bermain piano di sebuah hotel terkenal di Pema-tang Siantar, Sumatera Utara. Akhir tahun 2000, Mendy meninggalkan Kota Pematang Siantar menuju Jakarta, dan mulai membangun kar-ya-karyanya.  Hari-harinya di kota metropolitan itu diisinya dengan memantapkan permainan musik-
nya, membuat lagu, bermain band, dan rekaman.  Bagi Mendy menciptakan sebuah lagu dan musiknya bisa dilakukan dalam waktu yang relatif singkat. Paling lama tiga hari, dan paling ce-pat hanya dua jam! Tak heran jika puluhan album telah hadir dengan sentuhan aransemennya. Di luar semua itu, dia tidak pernah melu-pakan jasa sang kakak, Dupansep, yang membimbingnya dengan tekun dan sabar. Sehingga berkat kegigihannya berlatih memainkan keyboard, Mendy mampu  men-cintai musik serta lagu.   

Desember 2006, Mendy mem-prakarsai lahirnya band LANGIT, dan dia menjadi vokalisnya. Dalam usia-nya yang masih muda itu, LANGIT telah menghadirkan album  “Anu-gerah Cinta”. Juli 2008, mengikuti Tour YAMAHA, dan sempat hadir dalam opening Maia Estianty. Me-reka juga biasa tampil dalam acara-acara partai, pernikahan, bahkan event-event besar lainnya.  
Bagaimana dengan dunia rohani? Ternyata, Mendy menciptakan se-buah lagu terbaru “Kusembah Kau Tuhan” yang akan dinyanyikan oleh  Rany Simbolon dalam albumnya, yang diaransemen oleh Mendy. Lewat album ini, Mendy mempriha-tinkan realita menduakan Tuhan hanya karena uang, posisi, harta, dan cinta. Bagi Mendy semua itu seharusnya tidak terjadi. Karena Tuhan layak menerima yang terbaik.

Album rohani ini ternyata meru-pakan album ke-3 yang menghadir-kan sentuhan aransemen Mendy. Yang menjadi pres-tasi terbarunya, adalah hadirnya album “Anak Me-dan” yang juga merupakan hasil aransemennya. Kini album ini terjual laris di pasaran. Mendy akan terus membuktikan kemampuannya ber-bagi karya, melalui musik dan lagu untuk dapat dinikmati banyak orang.

Usia yang muda, memberikan  peluang melahirkan karya secara maksimal. Dan itu telah diraih oleh Mendy, walaupun tidak harus mela-lui jalur studi formal. “Tuhan luar biasa, tanpa Dia kita tidak dapat berbuat apa-apa,” itulah ungkapan syukur seorang Mendy, sambil me-ngingatkan anak muda yang ber-bakat supaya, “Bersyukurlah pada Tuhan untuk semua yang dimiliki, karena tanpa Tuhan semua sia-sia”.   Lidya

78
19 votes
1 2 3 4 5

Comments

Lainnya

Arsip :2011201020092008
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2004-2011 Tabloid Reformata. All rights reserved . | 3.5529 sec | TOP
Online Support :