Dulu, tatkala teknologi belum semaju sekarang ini, orang-orang mengandalkan media cetak, dan juga mendengar informasi dari radio, guna mendapatkan informasi.
Beda dengan jaman ini, dengan teknologi informasi yang begitu canggih, orang jaman sekarang bisa dengan mudah mendapat informasi yang aktual, baik dari berbagai pilihan channel televisi maupun akses melalui pilihan portal online.
Sangat beda dengan dulu, di mana belum banyak orang yang memiliki televisi di rumah. Keluarga-keluarga pada umumnya hanya memiliki satu radio transistor yang amat dicintai. Karena berkat radio itu orang mendapat berbagai hiburan, lagu dan informasi yang dipancarkan dari beberapa stasiun radio lokal maupun luar negeri. Dalam suasana seperti itulah Radio Pelita Kasih (RPK) 96.35 FM hadir memberikan satu lagi alternatif pilihan stasiun radio yang tak kalah menarik dengan beberapa radio pendahulunya.
Tepat di awal November 1967, atau kurang lebih 41 tahun yang lalu, RPK FM mencoba menjadi pelengkap stasiun radio yang sudah ada dengan mempromosikan diri sebagai radio dengan penyajian acara yang lebih informatif dan membuka wawasan. Hal ini selaras dengan visi besarnya: “Menjadi radio yang menyuarakan 'kebenaran' yang membebaskan seluruh pendengarnya dari kebutaan informasi dan kelumpuhan berpikir serta memberi kekuatan dan penghiburan.”
Sungguh satu visi yang mulia. Kehadiran RPK untuk melayani masyarakat sepertinya memang pada saat yang tepat. Di saat rakyat sedang merasakan euphoria pembangunan yang dicanangkan oleh pemerintah dan perlahan sedang berjalan dan mereka rasakan, di saat bangsa sepertinya mabuk kepayang dengan berbagai hal baru dengan sepuhan teknologi maju, di saat itulah RPK hadir memberikan satu nuansa baru dalam penyajian informasi yang edukatif dan menuntun kepada kebebasan berpikir, mengemukakan pendapat dan bertindak di dalam etika moral yang benar.
Dulu, sekarang dan sampai nanti, niscaya RPK akan terus tetap dalam rel visi dan misinya yang tentunya sudah mendarah daging di setiap awak stasiun radio ini. Di bawah kepepimpinan John K.Siswadi, selaku presiden direktur, niscaya akan terus mengoptimalkan RPK sebagai corong kebenaran.
Stasiun radio yang beralamat lengkap di Komplek Suara Pembaruan, Jl. Dewi Sartika No. 136 D Cawang (13630) ini kini tak sekadar menjadi radio dengan concern utama pada informasi saja – tapi juga menyajikan berbagai hal yang bersifat kerohanian. Dua di antaranya adalah acara kerohanian dengan tajuk “Perspektif Kristiani” dan “Embun Pagi” yang diasuh oleh Pdt. Bigman Sirait, pemimpin umum tabloid REFORMATA.
Saat ini RPK telah mengudara 21 jam sehari, menjumpai pendengar setianya di seantero Jabodetabek. Sebagai radio infotainment, RPK FM juga menekankan betul penyajian informasi akurat, tepat waktu dan berorientasi pada 'middle of the road music'. Tak lupa, sebagai satu motor penggerak dalam kemanusiaan, RPK juga terus mendorong dan menyemangati orang agar saling berbagi dalam kasih yang turut dalam pengentasan kemiskinan serta peningkatan kesejahteraan bangsa dan kegiatan kemanusiaan.
Menariknya lagi, kini dan memang sudah berjalan lama RPK juga menyajikan berbagai talkshow dan interaktif mulai dari kesehatan, motivasi, problema keluarga dan psikologi sampai ke penyegaran iman dengan program kerohaniannya tadi.
RPK tetaplah jaya memberitakan kebenaran di udara. ? Slamet Wiyono