INJIL harus diberitakan ke mana-mana, bahkan sampai ke ujung bumi. Itulah yang menyemangati Pdt. Em. Drs. Sa-muel Soedarsono berkeliling mem-bangun jaringan pelayanan ke dae-rah-daerah. Pelayanan ini diwujud-nyatakannya ketika mendapat ke-percayaan dari Yayasan Pelayanan Kawan Sejati (YKPS) Jakarta, sebe-lum dirinya emeritus 1 Oktober 2007 lalu. Selain mengajar, yayasan ini mempercayai dia untuk mem-bangun jaringan pelayanan keluar, terutama ke daerah-daerah, hingga kini.
Lulusan teologi Universitas Kris-ten Satya Wacana, Salatiga (1974), ini pertama kali memba-ngun jaringan sekaligus mengajar di daerah Gombong. Setelah itu ia membangun jaringan pelayanan di Purwokerto, Purworejo, Temang-gung, Karang Anyer, Boyolali, Sala-tiga, dan Kendal. “Itulah daerah-daerah yang pertama kali saya bangun jaringan di bawah YKPS,” katanya. Di daerah-daerah itu, ia mengajar dan memberi seminar teologi kepada para hamba Tuhan dan aktivis gereja. Banyak hamba Tuhan di daerah-daerah, seperti di Lereng Merapi (Boyolali), di Lereng Merbabu (Salatiga).
Januari 2009 dia akan masuk le-reng Gunung Lawu. Banyak gereja dan hamba Tuhan yang melayani di lereng-lereng gunung itu. ”Me-reka perlu dukungan,” lanjut
kelahiran Purwokerto, 27 Oktober 1950 ini. “Saya ke sana bukan membawa materi, tapi mendu-kung pelayanan mereka dengan membekali mereka dengan seminar teologi,” lanjutnya. Kehadiran-nya disambut baik. Yang mengha-diri seminarnya selalu lebih dari satu kelompok dan dirinya terus diminta agar buat kegiatan yang sama.
Lahirnya Yasmitias
Semakin sering berkeliling ke daerah-daerah, membuat Sam semakin mengetahui kebutuhan para hamba Tuhan dan aktivis ge-reja untuk membangun jemaat. “Banyak keterbatasan mereka,” ujarnya. Karena itu, suami Sri Moerdini ini meminta YPKS untuk bersama memikirkan pemenuhan kebutuhan yang terbatas itu. Na-mun, mengingat pelayanan YPKS hanya terbatas pada bidang-bi-dang tertentu saja, dia memikirkan solusi yang tepat.
Setelah melalui perenungan panjang, ayah empat anak ini mendirikan Yayasan Kemitraan Matatias (Yasmitias) di Serang, Banten, bulan Februari 2008 lalu. Tujuannya menjadi mitra gereja-gereja, memperlengkapi aktivis gereja supaya mampu menjadi motivator pelayan Kristus.
Misi khusus Yasmitias: Pertama, menggalang kerja sama dengan semua badan pelayanan lintas denominasi. Kedua, meningkatkan sumber daya pelayan Tuhan, aktivis gereja lintas denominasi. Ketiga, melaksanakan tanggung jawab sosial untuk meningkatkan kese-jahteraan masyarakat. Oleh karena itu, bentuk-bentuk pelayanannya adalah bidang kerohanian, sosial, dan ekonomi. Adanya yayasan ini tidak berarti pelayanannya di YPKS berhenti. Sebaliknya, yayasan yang didirikannya justru berupaya men-jangkau kebutuhan-kebutuhan para hamba Tuhan dan aktivis gereja di daerah-daerah yang telah dibangun dalam jaringannya tetap sebagai pengajar di YPKS hingga kini.
Dijelaskan Sam, bentuk pelaya-nan bidang kerohanian terejawan-tah dalam bentuk seminar teologi, lokakarya, pembinaan guru-guru sekolah Minggu, gembala-gembala sidang, dan aktivis gereja, terma-suk mendistribusikan buku-buku rohani. Sementara bidang sosial berupaya menjalin kemitraan de-ngan badan-badan atau lembaga-lembaga sosial, seperti panti asu-han, panti werdha, panti rehabili-tasi bagi pencandu narkoba dalam rangka meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan. Dan, di bidang ekonomi, berupaya mengembang-kan pembangunan desa tertinggal, dan memberdayakan ekonomi ma-syarakat, serta memberdayakan ekonomi jemaat.
Untuk membekali para guru sekolah Minggu, Sam menyiapkan modul pembelajaran. Begitu pula modul tentang dogma, semisal doktrin tentang Yesus atau dok-trin tentang Allah, itu selalu diper-siapkannya untuk memenuhi per-mintaan para hamba Tuhan dan aktivis gereja di daerah-daerah. “Mereka minta materi pengajaran seperti itu guna menambah wa-wasan mereka tentang iman dan ajaran Kristen,” tambahnya.
Di berbagai daerah di Indonesia, Yasmitias telah melayani antara lain dengan: Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG) di Solo, Forum Komu-nikasi Gereja-Gereja (FKG) di Kendal, Persekutuan Hamba Tu-han Garis Depan (GARDA) di Te-manggung, Purwokerto, dan Gombong, dan Badan Kerja Sama Antar Gereja (BKSG) di Boyolali, dan Kendal.Untuk mengembang-kan pelayanannya, yayasannya ini juga sedang menjajaki kerja sama dengan lembaga-lembaga gereja-wi dan sosial di luar negeri.
Koordinator Mitra Nias
Saat bertugas di GKI Serang, Banten, tahun 1995, lalu Sinode Jawa Barat mendelegasikan Sam menjadi mission representative kelom-pok kerja Mitra Nias yang ada di Pulau Nias selama tiga tahun (1995-1998). Di dae-rah ini ada empat si-node yang dia ber-sama kawan-kawan dari YPKS harus la-yani. Tugasnya mengkoordinir segala kegiatan yang dilakukan. Dalam bidang rohani, dia meng-adakan pembinaan untuk para pendeta. Kadang dia mendatang-kan pembicara dari luar daerah, semisal Sumatera Utara, Jakarta, dan Salatiga. Sejalan dengan itu, dia juga mengadakan Alkitab berbahasa daerah untuk kepen-tingan Sinenge (guru Injil), dan hasilnya didistribusikan melalui para sinode. Selain itu, juga membekali para guru kelas di sekolah-sekolah untuk bisa menjadi guru agama Kristen.
Sedangkan dalam bidang sosial ekonomi, dia menggalang proyek air bersih. Sementara dalam bidang kesehatan, puskesmas di kecama-tan-kecamatan dibangunnya, dan setelah dibangun diserahkan ke pemerintah kabupaten setempat, khusus-nya dinas kesehatan. ?Stevie Agas