Registrasi! | Sudah punya akun?
 
 

Senggang

Grace Natalie, Mendaki Gunung yang Meletus

Posted : 14 Januari 2009
cover-99.jpg
Sekitar lima tahun lalu, tepatnya 2004, hampir tiap hari di Gunung Talang, Sumatera Selatan terjadi letusan. Gempa kecil dan sesekali gempa cukup besar terjadi setiap hari. Debu-debu vulkanik menutupi tanah dan dedaunan sekitar gunung. Ahli vulkanologi yakin bahwa gunung itu sudah aktif dan sewaktu-waktu bisa meletus dahsyat. Media massa, terutama stasiun TV di Indonesia berlomba meliput peristiwa alam itu. Suatu hari, ketika seluruh warga di lereng gunung disuruh mengungsi ke tempat yang lebih aman, seorang wanita cantik didampingi seorang pria yang membawa kamera TV, malah nekad mendaki gunung itu. Grace Natalie, demikian nama si wanita, saat itu hendak meliput fenomena alam itu untuk stasiun televisi SCTV. Dia bukannya tidak punya rasa takut, apalagi dia tidak punya pengalaman mendaki gunung. Namun, demi menunaikan tugas sebagai reporter SCTV, segala perasaan khawatir itu ditepis jauh. Meliput Gunung Talang adalah tugas pertama yang dilakukannya sejak bekerja di SCTV pertengahan 2004. “Ini penugasan pertama yang saya terima,” ujar wanita kelahiran Jakarta, 4 Juli 1982 ini. Terasa berat memang, tetapi tetap dilakukannya. Selain berkomitmen ingin melewati tantangan, keberaniannya mendaki gunung itu, juga karena dipicu oleh idealisme SCTV untuk mendapatkan berita terbaik. “Saya ingin memenuhi idealisme itu,” lanjutnya. Meski harus lelah mendaki selama sepuluh jam, namun tugas peliputan itu berakhir dengan sukses.
Tak terencana Perjalanan karir anak pertama Brata Ngadiman (alm) dan Ana Klementin ini sebagai presenter TV, tidak terlepas dari rencana Tuhan. Padahal cita-citanya menjadi akuntan, maka dia kuliah di IBI (Institut Business Indonesia), Jakarta. “Tak ada rencana kerja di TV,” ujarnya. Semuanya berawal dari ketika SCTV menyelenggarakan acara SCTV Goes to Campus pada 2004. Tiba-tiba dia merasa terpanggil untuk mendaftar sebagai peserta. “Sekadar coba aja saat itu,” tuturnya. Tapi, ternyata dia juara satu untuk Jakarta. Dari situ kemudian dia tampil di “Liputan 6” berskala nasional. Melihat penampilannya yang prima, SCTV meminta Grace agar langsung bekerja di stasiun televisi itu setamat kuliah itu. Begitu selesai kuliah tahun 2004 itu, dia memutuskan bekerja sebagai reporter sambil mengikuti pelatihan untuk presenting selama setahun. Tahun berikutnya, dia pindah ke ANTV, dan bekerja di sini hingga 2007. Kini dia bekerja di TVOne, sudah hampir setahun. Kecerdasan Grace sudah terlihat sejak masih sekolah. Waktu kuliah dia malah menjadi asisten dosen, yang tentunya memberi dia kesempatan untuk berbicara di depan banyak orang. Kecerdasan dan kemampuannya berbicara menyebabkan dia pernah ditawari menjadi presenter TV lokal di Semarang. Namun, permintaan itu ditolaknya. “Selain jauh, saat itu saya masih kuliah,” demikian alasan penyuka masakan khas Jawa dan japaness food itu,” jelasnya beralasan. Meski banyak bicara, tapi tidak pernah terlintas dalam benaknya kalau suatu waktu nanti dirinya bekerja sebagai presenter TV. “Ya, itulah jalan hidup yang direncanakan Tuhan,” tandas gadis yang suka berenang dan jogging ini. Acara di rumah Disinggung tentang acara Natal pada Desember 2008 lalu, Grace mengatakan kalau dia hanya menggelar acara makan bersama keluarga di rumah. Tidak ada waktu jalan-jalan. Selain libur kerja hanya dua hari (24 dan 25 Desember), berpulangnya sang ayah pada Januari 2008 silam juga masih terkenang cukup kuat dalam hati semua anggota keluarga. Karena itu, Grace sekeluarga mengisi acara besar itu dengan hanya menggelar acara makan bersama di rumahnya sembari berdoa mengenang sang ayah. “Ini Natal pertama setelah ayah meninggal Januari 2008 lalu. Kita tidak senang-senang banget. Yang penting keluarga ngumpul-ngumpul di rumah,” katanya. Begitu pula waktu pergantian tahun, dia tidak ke mana-mana. Momen itu hanya diisi dengan acara makan bersama keluarga di rumahnya. Apalagi, tanggal 31 Desember 2008 itu dia masih memandu acara Kaleidoskop di TVOne. ?Stevie Agas
68
24 votes
1 2 3 4 5

Comments

Lainnya

Arsip :20122011201020092008
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2004-2011 Tabloid Reformata. All rights reserved . | 5.6383 sec | TOP
Online Support :