Musik tidak hanya sekadar lantunan nada dan irama, namun juga berbicara dan menyapa hati yang setiap yang mendengarnya. Betapa hebatnya Tuhan yang menciptakan manusia dengan kemampuan-kemampuan yang luar biasa, dengan kemam-puan menghadirkan musik, meng-goreskan nada-nada indah, me-mainkannya, bahkan melengkapi-nya dengan lirik-lirik bermakna dalam. Ketika itu disatukan dan dikumandangkan, betapa dia menjadi hidup dan menghidupkan yang memainkannya dan yang menikmatinya.
Charismata Shalom adalah komu-nitas pekabaran Injil holistik, de-ngan musik sebagai media pem-beritaannya. Dengan musik me-reka menghadirkan damai sejah-tera Allah bagi umat-Nya.
Charismata Shalom dibentuk Robert Alexander Moningka. Latar belakangnya adalah dari pengala-man dan pengamatannya bahwa ternyata musik sangat memberkati banyak orang. Sewaktu masih duduk di SMA, pria kelahiran 3 Oktober 1968 ini mulai merealisasi-kan impian ini dengan membentuk Charismata Shalom.
“Biarlah segala yang bernapas memuji TUHAN! Haleluya!” (yang menjadi inti dari Mazmur 150: 1-6), sebagai visi yang menginspirasi Charismata Shalom. Charismata
Shalom tidak hanya mengisi pem-beritaan Injil melalui musik, namun juga menolong anak-anak Tuhan menemukan talentanya, dan mengembangkan dalam pelaya-nan. Menjadi berkat bagi gereja di mana pun berada, maupun bagi semua orang, adalah misi Charismata Shalom.
Robert menyadari, untuk me-mulai sebuah gerakan yang dapat menjadi berkat bagi orang lain, bukanlah hal yang mudah. Itu membutuhkan kesehatian dalam menjalankan semuanya dengan kemurnian dan keseriusan. Maka ada prinsip yang mulai dibentuk, dan mendasari gerakan Charismata Shalom, yaitu: mem-beri dari yang ada, mem-buat apa pun yang dilaku-kan tidak ter-paksa, atau harus berhu-tang. Kemu-dian memberi yang terbaik, sehingga se-mua yang dila-kukan penuh dengan kese-riusan dan ra-sa penuh tanggung jawab.
Yang juga tak boleh dilupakan adalah sikap sederhana dan rendah hati, menjadi pola kerja. Semua yang dilakukan hanya untuk Tuhan, dan memberkati orang lain. Mengucap syukur dan penuh sukacita adalah kunci un-tuk melakukan pelayanan ini de-ngan hati yang siap, terbuka, penuh semangat, dan tulus.
Kini Charismata Shalom sudah melibatkan 250 ribu orang, dari 13 negara, dan 89 kota. Juga gereja-gereja, lembaga-lembaga dan yayasan-yayasan yang telah mendukung pelayanan ini. Spirit of giving (semangat memberi) adalah modalnya. Dalam perjala-nan sejak akhir 1980-an dan mengkristal tahun 2004, Charismata Shalom akhirnya dapat menghadirkan: Komunitas Gospel Music, Komunitas Gospel Broadcast, dan Komunitas Gospel Fotografi.
Dari ketiga komunitas di atas, khusus Komunitas Musik Gospel atau yang disebut Indonesian Gospel Music Association (IGMA), yang telah eksis sejak Paskah 2004, dan secara de fakto pada tanggal 1 Juli 2008, mampu menghadirkan bebe-rapa program yang dikerjakan hingga kini, sebagai berikut:
1) Hope Healing Music; memberi penghiburan, kekua-tan, dan pengharapan, melalui pelayanan konser akus-tik, di rumah-rumah sakit Kristen.
2) Indonesian Gospel Music Workshop (latihan-latihan musik) Katolik-Protes-tan, dengan tujuan mem-bangun musi-kalitas/sikap bermusik. Mu-sik sebagai pe-ngiring bukan untuk memu-askan nafsu. Teknik menggunakan alat musik dengan tepat. Untuk ini Charismata Shalom bekerjasama dengan gereja-gereja. Tempat disediakan oleh mereka dan terbuka bagi gereja yang lain. Semuanya gratis, tidak dikenakan biaya.
3) Gospel Music Rally. Ada pertukaran kunjungan bermusik antargereja, dengan corak warna musik yang beragam. Saling menerima dan memperkaya yang lain.
4) Gospel Music Festival. (seperti Java jazz). Inilah cikal bakal komunitas, melalui kegiatan/event. Gospel Music Award. Pemberian apresiasi/penghargaan bagi musisi gospel. Khususnya sudah dilakukan Gospel Music Award 2008 tanggal 18 Desember 2008 di Jakarta. Penerima penghargaan adalah Song of the Year – Sentuh Hatiku, ciptaan Jason Irwanto, Song of the Year – Sentuh Hatiku, ciptaan Jason Irwanto, Album of the Year – Sentuh Hatiku produksi Impact Record, Male Vocalist of the Year – Edward Chen, Female Vocalist of the Year – Maria Shandy, Duo or Group of the Year – Fina Wo-wor & Rebirth, Song Writer of the Year – Yudi Hastono, Journalist Choice Song of the Year – Sentuh Hatiku, New Artists of the Year – Fina Wowor & Rebirth, Instrumental Album of the Year – Aboda Band, Indie Album of the Year – The Apostles, Special Award of the Year – Alm. Ronny Pattinasarany, Sebagai pemerhati & pendukung perkembangan musik gospel di Indonesia.
5) Music & Goodnews Indonesia: hadir melalui radio, audio streaming.
Inilah yang dapat dilakukan Charismata Shalom. Injil dapat terus disebarluaskan, dalam ruang dan tempat yang lebih luas, waktu yang lebih efektif, di berbagai kala-ngan usia dan profesi. Tak hanya itu, dapat menyatukan banyak ge-reja/komunitas Kristen, untuk me-nyatakan kasih dan anugerah Allah yang menyelamatkan. ?Lidya